Resensi Film Samsara
Samsara merupakan sebuah film dokumenter yang di sutradarai oleh Ron Fricke pada tahun 2011 dengan scenes menakjubkan dan mengandung makna tersendiri. Mari kita lihat bagaimana analisis dari film tersebut.
![]() |
| a part of samsara's scenes |
ANALISIS ISI FILM
“Samsara”
1. Judul : Samsara
·
Pemain utama : Putri Sri Candra Dewi
:
Olivier de Sagazan
: Ni
Made Megahadi Pratiwi
: Putu
Dinda Pratika
:
Hiroshi Ishiguro
: Tai
Lihua
: Robert
Henline
·
Tahun produksi : 2011
·
Sutradara : Ron Fricke
·
Produser
: Mark Magidson
·
Durasi : 1 Jam 42 Menit atau 102
Menit
2. Ringkasan Film :
Samsara banyak mengeksplorasi keindahan yang ada di dunia dari yang
bersifat duniawi hingga keajaiban, baik yang dapat dijangkau oleh kemampuan
lahiriah manusia maupun spiritual. Ada beberapa tempat didalam film tersebut
diantaranya adalah Bali, Petra di Yordania, Leh Ladakh di India, hingga rumah
bekas terjangan badai Katrina. Para biksu membuat lukisan yang amat indah
sekali seperti dari hamparan pasir berwarna. Manusia bisa mengubah sesuai
ekspresinya dalam wujud seperti dosen atau guru. Berbagai ragam aktifitas
moderen manusia sibuk dengan gadget
masing-masing.
Terdapat semacam reklamasi yang dijadikan perumahan dan mempunyai bentuk
desain yang global, dengan modal, usaha manusia bisa mengubah alam seperti di
Dubai. Ada sebuah perusahaan besar dalam memproduksi barang-barang elektorik
yang dikerjakan secara spesialis dengan cepat. dan perusahaan pendaur ulang
elektronik di Amerika mewakili “reinkarnasi”, karena produk bekas tadi diolah
kembali menjadi produk baru, seperti manusia yang mati kemudian berreinkarnasi
lagi menjadi makhluk baru. Juga ada proses recycle dari barang-barang bekas
menjadi baru dan menjadi mata pencaharian bagi manusia dari kegiatan tersebut.
ada proses produksi makanan seperti semacam pastel dan ada proses pemotongan
ayam di lakukan oleh mesin dan di proses untuk dipilah untuk di distribusikan
kepada masyarakat.
Ada 3 gadis yang menari Tarian
Legong di Bali. Kemudian diikuti dengan ledakan gunung api Kilauea di Hawaii
dan musem barang antik di Kairo, Mesir. Ada sebuah perusahaan boneka di Jepang mewakili
“kelahiran”, karena perusahaan tersebut membuat suatu benda, dalam hal ini
adalah boneka pemuas . Para gadis penari tari Legong di Bali mewakili
“kehidupan”, dengan hidup tadi, maka manusia dapat menciptakan atau melakukan
sebuah karya, dalam hal ini tarian. Toko peti mati di Ghana mewakili
“kematian”.
Ada pula para biksu yang telah membuat
sebuah lukisan dari pasir berwarna. Lukisan tersebut dibuat dengan sangat
detail sekali dan tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Namun untuk di akhir
cerita lukisan itu dihancurkan kembali, kelompok kami mengisyaratkan bahwa
tidak ada yang abadi di dunia ini semuaya berproses dari awal sampai akhir dan
tidak ada yang harus disombongkan dari semua ini karena itu semua akan menghilang
dengan berjalannya waktu.
3. 10 topik gagasan berdasarkan film tersebut :
Ø Lingkup
penyimpangan sifat dan perilaku pada manusia
Terdapat sifat dan
perilaku manusia yang tidak biasa di
dalam film ini seperti ayam yang dibunuh dengan mesin, pemerasan susu sapi oleh
mesin dan babi yang sudah tidak berdaya lalu dilakukan proses pemotongan untuk dijadikan makanan untuk manusia.
Ø Lingkup
kehidupan manusia
Ada unsur dari
kehidupan dalam film ini yakni ketika seorang bayi yang baru lahir hingga
kematian seseorang dengan cara diawetkan di dalam peti, di ibaratkan seorang
bayi lahir itu masih suci dan orang
dewasa yang sudah berkembang tidak suci atau sudah ternodai dengan
kesalahan-kesalahan yang di perbuat.
Ø Lingkup
fenomena alam
Dalam film ini
terdapat banyak fenomena alam, diantaranya ada suatu fenomena gunung vulkanik, ukiran patung di Timur
Tengah, badai pasir yang menerjang rumah – rumah, angin tornado dan gempa bumi.
Ø Lingkup
aturan
Terdapat aturan yang ditayangkan dalam film ini, diantaranya
aturan dalam suku bangsa di negara lain,
aturan saat berada di jalanan dan terdapat pula norma pada masyarakat baik
tertulis ataupun tidak tertulis.
Ø Lingkup
penyakit
Terdapat penyakit yang
diderita masyarakat dikarenakan lingkungan yang buruk seperti banyak nya
sampah.
Ø Lingkup
sejarah
Terdapat penampilan
dari masa lalu seperti piramida dan lainnya dan sampai sekarang masih
dipelajari oleh manusia.
Ø Lingkup
kebudayaan
Terdapat unsur
kebudayaan dalam film ini, diantaranya terdapat suku-suku dalam negara bagaian
afrika yang menggunakan pakaian dan aksesosir adat nya.
Ø Lingkup
spiritual
Ada beberapa unsur spiritual atau agama
di film ini yaitu orang yang sedang berdoa dan berkumpul untuk beribadah sesuai
dengan keyakinannya masing-masing.
Ø Lingkup
teknologi
Terdapat beberapa tekonogi dalam film
ini diantaranya dilakukannya proses pemotongan hewan, penangkapan hewa ternak
dan pemerasan susu sapi menggunakan mesin canggih.
Ø Lingkup
kegiatan manusia
Terdapat kegiatan manusia dalam film
ini, diantaranya ada orang yang membuat kerajinan dari hamparan pasir berwarna,
orang – orang yang bekerja di kantor, orang yang berkerja di pabrik, kegiatan
jual beli di supermarket, keadaan di dalam penjara, kehidupan orang – orang
yang ada di tempat sampah, kegiatan operasi plastik pada wajah.
4.
Kekuatan pada film
tersebut :
Menurut kelompok kami kekuatan yang terasa yaitu dengan adanya
proses pengambilan gambar melalui time
laps, menampilkan bangunan-bangunan yang menakjubkan, gambar-gambar yang
ada didalam film sangat tajam sehingga warna dan tekstur nya terlihat nyata dan
menarik untuk dipandang lebih lama dan yang terakhir memberikan ilmu
pengetahuan baru bagi kelompok kami untuk bisa melihat budaya-budaya dan baju
adat dari suku-suku negara bagain Afrika itu sendiri.
5.
Kelemahan pada film tersebut :
Menurut kelompok kami kelemahan yang terasa yaitu
dengan adanya musik instrumental membuat mengantuk dan juga di setiap scene tidak dicantumkan keberadaan
bangunan atau daerah itu jadi kita tidak bisa mengetahui dimana lokasi dari
gambar yang ditampilkan pada film tersebut.
6.
Usulan pada film tersebut :
Menurut kelompok kami usulan yang harus dilakukan
terhadap film samsara yaitu dalam pengambilan sesekali harus dilakukan
menggunakan drone agar lebih
menakjubkan untuk dilihat juga meberi
musik yang sesauai dengan scene dari
film tersebut dan yang terakhir cantumkan nama lokasi di setiap scene yang muncul pada film, agar para
penonton selain dapat menyaksikan film dengan hidmat bisa menambah pengetahuan
mengenai tempat atau bangunan yang ada di dalam film samsara.



Comments
Post a Comment